Hasmipeduli.org

Sumber Kesesatan: Hawa Nafsu yang Diikuti

Gambar. Hawa Nafsu yang Diikuti - www.hasmipeduli.org

Hawa Nafsu yang Diikuti.

Yaitu menjadikan hawa nafsu atau kecenderungan jiwa sebagai penafsir wahyu dengan menyeret atau membawa dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah untuk mendukungnya, dalil-dalil tersebut ditafsirkan sesuai dengan hawa nafsunya. Ini adalah salah satu penyebab kesesatan yang sangat berbahaya.

Alloh ﷻ berfirman:

أَفَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 

“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh membiarkan sesat? Mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (QS. al-Jatsiyah [45]: 23)

Sedekah Beras untuk Santri, Yatim dan Dhuafa

Ada sebagian orang yang tersesat bukan karena ketidaktahuan mereka tentang kebenaran, tapi kesesatan mereka disebabkan karena mereka lari dari kebenaran yang sudah mereka ketahui demi memenuhi keinginan hawa nafsu. Ketika seseorang sudah lari dari kebenaran, maka ia akan berusaha menganut paham kebatilan untuk menggantikan kebenaran yang ia hindari. Mereka terus menerus berupaya keras membuat dirinya dan orang lain menerima kebatilan itu hingga akhirnya dianggap sebagai kebenaran.

Mereka melakukan hal ini karena akidah yang lurus itu akan menghalangi diri mereka untuk mengikuti hawa nafsu, maka mereka berusaha menggantinya dengan pemikiran dan akidah yang sesat agar tidak terjadi pertentangan antara hawa nafsu dengan prinsip hidupnya.

Sehingga hawa nafsu yang ditunggangi oleh setan itu menghiasi perbuatan buruknya agar terlihat baik, dengan mencari-cari alasan pembenaran meskipun amat jauh, sampai keburukan itu betul-betul diterima sepenuhnya oleh jiwa dan tanpa memikirkan alasan lagi.

Alloh ﷻ berfirman:

وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنۡهَا فَأَتۡبَعَهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ١٧٥ وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخۡلَدَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَثۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَاۚ فَٱقۡصُصِ ٱلۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ ١٧٦ 

“Bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya pengetahuan tentang isi al-Kitab, kemudian ia melepaskan diri darinya, lalu diapun diikuti oleh setan sampai ia tergoda, maka jadilah ia termasuk orang-orang yang sesat. Jika Kami menghendaki, niscaya akan Kami tinggikan derajatnya dengan pengetahuannya itu, tetapi ia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya maka diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya, ia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir.”  (QS. al-A’rof [7]: 175-176)

(Hawa Nafsu yang Diikuti)

Baca Artikel Lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..