Hasmipeduli.org

Sikap Mukmin Terhadap Musibah

Ilustrasi. Sikap Mukmin Terhadap Musibah. www.hasmipeduli.org

SIKAP MUKMIN TERHADAP MUSIBAH

Kemarin, sehari sebelum artikel ini terbit, kita dapati berita kecelakaan terjadi di daerah Guci, Tegal, Jawa Tengah menimpa rombongan penziarah. Satu unit bus mengangkut tidak kurang tiga puluhan penumpang dewasa dan anak-anak jatuh ke jurang. Dikabarkan puluhan di antaranya terluka dan satu orang meninggal dunia.

Terdapat beberapa dugaan yang mengakibatkan kecelakaan ini, meski kita tidak fokus membahas rincian penyebab kecelakaan, tapi kita ingin ungkap bagaimana sikap mukmin terhadap musibah karena terdapat korban meninggal dunia dan tentu kita berempati kepada para korban juga keluarganya.

Usia senja dan kemampuan fisik menurun, akibatnya para Dhuafa Lansia tak lagi mampu mencari nafkah: Bantu mereka!

Musibah merupakan keniscayaan yang menimpa manusia menjalani hidup di dunia. Allah Pencipta manusia telah mengajarkan bagaimana bersikap jika musibah dunia menimpa mereka. Oleh karena itu, sebagai seorang mukmin telah memiliki panduan apabila terjadi musibah, ia tahu sikap seperti apa yang seharusnya menghadapi musibah.

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ 

Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS.al-Baqoroh: 155)

Terkadang Allah menguji hamba-hambaNya dengan kebahagiaan dan juga dengan kesengsaraan (kesulitan). Ujian kesulitan atau kesusahan disebutkan di ayat ini seperti rasa takut, rasa lapar, hilangnya harta atau jiwa, semisal meninggalnya kerabat, sahabat atau orang-orang yang dicintai, dan kurangnya buah-buahan, semisal jarang makan buah atau kebun dan sawah tidak dapat diolah sebagaimana mestinya atau gagal panen. Sebagaimana Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya,

‌وَنَقْصٍ ‌مِنَ ‌الأمْوَالِ أَيْ: ذَهَابُ بَعْضِهَا, وَالأنْفُسِ كَمَوْتِ الْأَصْحَابِ وَالْأَقَارِبِ وَالْأَحْبَابِ, وَالثَّمَرَاتِ أَيْ: لَا تُغِلُّ الْحَدَائِقُ وَالْمَزَارِعُ كَعَادَتِهَا

Kekurangan harta, yakni hilangnya sebagian harta yang dimiliki, kekurangan jiwa, yakni seperti kematian sahabat, kerabat dan orang-orang yang dicintai, dan kekurangan buah-buahan, yakni tidak dapat diolah kebun dan sawah-sawah sebagaimana mestinya.

Inilah di antara bentuk ujian Allah kepada hamba-hambaNya, maka Imam Ibnu Katsir melanjutkan,

فَمَنْ صَبَرَ أَثَابَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَنَطَ أَحَلَّ اللَّهُ بِهِ عِقَابَهُ. وَلِهَذَا قَالَ: {وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ}

Barangsiapa bersabar, maka Allah akan mengganjarnya pahala dan barangsiapa berputus asa, maka Allah akan merasakan kepadanya siksaNya. Untuk itulah Allah berfirman, Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Sabar adalah sikap pertama yang terpatri dalam hati orang-orang beriman dalam menghadapi ujian atau musibah hidup. Tidak hanya itu, mereka juga mengakui dengan ucapan lisan bahwa hanya milik Allah-lah segala sesuatu dan hanya kepadaNya jua-lah semua akan kembali.

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). (QS.al-Baqoroh: 156)

Orang-orang mukmin mengakui dengan keyakinan bahwa diri mereka adalah milik Allah dan Allah memperlakukan mereka sesuai dengan kehendakNya. Selain itu, mereka juga mengetahui bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan mereka, meski hanya sebesar biji sawi pada hari kiamat kelak. Dan hal itu menjadikan mereka mengakui dirinya hanyalah seorang hamba di hadapan Allah, dan mereka akan kembali kepadaNya kelak di akhirat.

أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٌ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ

Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Robbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.al-Baqoroh: 157)

Lembaga Dakwah Sosial dan Kemanusiaan: Hasmi Peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..