Hasmipeduli.org

SEBAB TIMBULNYA PERPECAHAN

Gambar. Sebab Timbulnya Perpecahan - www.hasmipeduli.org

SEBAB TIMBULNYA PERPECAHAN

Sebab utama dari perpecahan tersebut adalah karena hawa nafsu dan kejahilan (kebodohan). Pengikutan kepada hawa nafsu (terutama hawa nafsu berpendapat) dan kejahilan, telah menimbulkan sebab-sebab perpecahan lainnya yang banyak sekali. Bahkan di antara mereka ada yang saling mengkafirkan.

Begitu juga sebab munculnya Al Firaq Al Islamiyyah (golongan-golongan sesat dalam Islam) yang jumlahnya mencapai tujuh puluh dua golongan, bahkan lebih.

Secara garis besar di antara sebab munculnya perpecahan adalah:

  • Ghuluw (berlebih-lebihan dalam bersikap)

Contoh: sebab timbulnya firqah Khawarij dan Syi’ah. Khawarij muncul berangkat dari pemahaman yang berlebihan terhadap ayat-ayat wa’id (ancaman) sehingga mereka mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa besar. Sedang Syi’ah muncul karena sikap yang berlebih-lebihan dalam mencintai sebagian sahabat Rasul yaitu Ali Radhiyallahu anhu dan para Ahlul Bait.

  • Bid’ah Dalam Agama

Salah satu sebab perpecahan adalah bid’ah. Baik bid’ah dalam masalah aqidah, ibadah, hukum dan lain-lain. Yang intinya adalah meyakini sesuatu yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Atau beribadah dengan cara yang tidak disyariatkan Allah dan Rasul-Nya, baik berupa keyakinan, amalan maupun ucapan. Hal ini sudah sama-sama dimaklumi tidak perlu diulas lebih rinci.

  • Membantah (mengkaunter) bid’ah dengan bid’ah yang semisal.

Contoh: Firqah Murji’ah yang ingin mengkaunter pendapat Khawarij -yang berlebih-lebihan dalam menghukumi pelaku dosa besar-, namun akhirnya mereka terjerumus kepada bid’ah baru yaitu tetap menganggap pelaku dosa besar sebagai seorang  mukmin dengan keimanan yang sempurna. Begitu juga timbulnya Mu’tazilah itu berangkat dari niat untuk menjadi penengah bagi Khawarij dan Murji’ah, namun mereka terjerumus kepada bid’ah yang baru. Demikian pula yang terjadi pada Musyabbihah yang ingin mengkaunter pemahaman Jahmiyyah Al Mu’atthilah.

  • Fanatik Golongan

Fanatik Golongan dengan segala macam jenisnya. Baik fanatik madzhab, hubungan darah, nasionalisme, suku, partai, warna kulit, maupun yang lainnya. Yang paling parah adalah fanatik yang terjadi di medan dakwah. Hal ini dapat membuat samar orang banyak karena biasanya oknum pelakunya mengatas namakan agama. Ciri inilah yang paling menonjol pada gerakan-gerakan dakwah Islamiyah dewasa ini yang pemimpin gerakan dakwah ini minim pengetahuan agama. Mereka lebih menyandarkan dakwahnya kepada pemikiran, wawasan dan harakah (gerakan) daripada bersandar kepada ilmu syar’i dan para ulama.

  • Pengaruh dari luar Islam

Contohnya adalah Syi’ah. Sebab munculnya firqah ini adalah karena muassis (gembongnya) adalah seorang Yahudi, yaitu Abdulah bin Saba’, yang sengaja diselundupkan untuk memecah belah umat Islam. Sehingga fikrah yang diajarkannya pun sengaja untuk menjauhkan umat Islam dari diennya. Begitu juga sebab munculnya Qadariyyah. Pencetus pemahaman firqah ini juga dari luar Islam, yaitu  seorang Nasrani. Sedang Jahmiyyah pencetusnya adalah seorang Yahudi yang bernama Ja’d bin Dirham.

Baca Artikel Lainnya!

  • Mengedepankan akal

Mu’tazilah adalah salah satu firqah yang selalu mengedepankan akal.

  • Filsafat dan Ideologi-ideologi Impor

Di antara sebab perpecahan paling dominan sejak dulu sampai sekarang adalah banyaknya umat Islam yang terpengaruh ideologi serta filsafat yang datang dari negeri-negeri kafir. Apapun jenis pemikiran, ideologi dan filsafat tersebut, tetap dinyatakan berbahaya selama berkaitan dengan masalah agama, kebudayaan, hukum dan etika. Dan menerima barang-barang impor tersebut termasuk mengikuti tradisi orang-orang sebelum kita sebagaimana yang disitir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Beliau,

“Kalian bakal mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu” [Al-Hadits]

Oleh sebab itu pula setiap firqah (kelompok) dalam Islam membuat-buat sebagian besar prinsip-prinsipnya dari sekte-sekte terdahulu, Kelompok Rafidhah mengambil prinsip mereka dari Yahudi dan Majusi, kelompok Jahmiyah dan Mu’tazilah mengambil prinsip-prinsip ajaran mereka dari Ash-Sha’ibah dan filsafat Yunani. Kelompok Qadariyah mengambil prinsip ajaran mereka dari Nasrani. Begitulah seterusnya.

  • Menganggap Remeh Usaha Memerangi Bid’ah

Meremehkan upaya melawan dan memerangai bid’ah di tengah-tengah kaum muslimin. Maksudnya kadang kala muncul sejumlah bid’ah yang tidak diketahui oleh sebagian manusia. Akibatnya mereka meremehkan bid’ah-bid’ah tersebut yang akhirnya menyebabkan bid’ah tersebut makin lama makin subur dan berkembang.

Pada mulanya barangkali sebuah bid’ah muncul dalam bentuk yang samar. Muncul dalam bentuk adat dan kondisi tertentu. Lalu adat-adat tersebut mencatut bentuk dan nama lain selain nama bid’ah hingga dapat diterima. Setelah berlalu beberapa waktu berubah menjadi bid’ah. Setelah itu para penganut bid’ah tersebut terseret kepada perpecahan atau memisahkan diri dari Islam dan kaum muslimin. Pada umumnya, benih-benih bid’ah dan perpecahan tumbuh melalui tahapan tersebut. Dan hal itu merupakan tipu daya setan terhadap umat manusia.

  • Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Salah satu faktor yang menggiring umat ke dalam jurang perpecahan adalah meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar. Meninggalkan budaya memberi nasihat kepada para penguasa yang mengatur urusan umat dan para imam yang berkompeten di tengah-tengah umat. Dan mewabahnya sifat hipokrit dalam agama, atau berputus asa dan pesimis terhadap usaha-usaha perbaikan umat, atau sengaja tidak menasihati para penguasa dan menjadikan hal itu sebagai ibadah. Sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kelompok pengikut hawa nafsu dan kaum hizbiyah. Tidak adanya satu kelompok umat yang menunaikan tugas memberi nasihat, mencegah kerusakan dan perpecahan menyebabkan umat ini terpuruk dalam kehinaan, pertikaian dan perpecahan. Saling menasihati merupakan perkara agung yang termasuk salah satu bentuk amar ma’ruf nahi mungkar dan jihad.

Sedekah Beras untuk Santri, Yatim dan Dhuafa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..