Hasmipeduli.org

Sumber Kesesatan: Mimpi

Gambar. Sumber Kesesatan: Mimpi - www.hasmipeduli.org

Sumber Kesesatan: Mimpi

Walaupun memang ada mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan, akan tetapi mimpi tetap tidak bisa dijadikan sebagai sumber dalil dalam beragama. Sebagian orang yang tidak mengenal akidah dengan benar menjadikan mimpi sebagai dalil dan landasan hukum. Mereka mengira bahwa mimpi itu adalah petunjuk yang datang dari Alloh ﷻ.

Sebagai contoh, seorang laki-laki Kuwait yang berpaham Syi’ah dihadapkan ke meja pengadilan. Ia diadili bukan karena pahamnya yang Syi’ah, akan tetapi karena telah membunuh istrinya sendiri dan kedua anak perempuannya dengan sengaja. Anehnya, laki-laki itu tetap teguh dengan pendiriannya bahwa ia sama sekali tidak bersalah ketika membunuh semua anggota keluarganya itu. Kenapa demikian? Dengan mantap ia menjelaskan, “Aku melakukan itu atas perintah sang Imam!”.

Para hakim merasa heran. Kemudian ia menjelaskan bahwa semalam ia bermimpi bertemu dengan Imam Mahdi, Imam Syi’ah yang kedua belas, kemudian Sang Imam tersebut memerintahkannya untuk membunuh istri dan semua anak-anaknya. Maka tanpa ragu sedikitpun ia segera melaksanakan “pesan suci” yang ia terima lewat mimpi tersebut. Peristiwa ini benar-benar terjadi dan diberitakan oleh media massa.

Wakaf Qur’an untuk Santri Penghafal Qur’an: 1 Huruf = 10 Kebaikan

Ini adalah sekelumit dari dampak buruk menjadikan mimpi sebagai sumber hukum. Sebenarnya, setanlah yang menyuruh laki-laki itu untuk membunuh istri dan anak-anaknya. Menjadikan mimpi sebagai sumber hukum menjadi sumber kesesatan dalam beragama.

Alloh ﷻ berfirman:

وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٖ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ قَتۡلَ أَوۡلَٰدِهِمۡ شُرَكَآؤُهُمۡ لِيُرۡدُوهُمۡ وَلِيَلۡبِسُواْ عَلَيۡهِمۡ دِينَهُمۡۖ

“Demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka sendiri untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama (Allah).” (QS.  al-An’am [6]: 137)

Setan tidak hanya mampu menggelincirkan orang-orang yang awam saja. Para Doktor dan Profesor pun jika tidak berpegang teguh dengan manhaj yang benar bisa saja disesatkannya. Semoga Alloh ﷻ melindungi kita semua dari tipu daya setan yang terkutuk.

Alloh ﷻ berfirman:

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ

“Katakanlah: “Wahai Robbku aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan. Aku berlindung pula kepada-Mu wahai Robbku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. al-Mu’minun [23]: 97-98)

Aamiin ya Robbal’alamin.

Bersambung…

Baca artikel lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..