Hasmipeduli.org

FIRQOH SESAT UTAMA: JAHMIYAH

Gambar. Firqoh Sesat Utama: Jahmiyah - www.hasmipeduli.org

JAHMIYAH

  1. Definisi dan Sejarah Kemunculannya

Dilihat dari sudut penamaannya, istilah Jahmiyyah diambil dari nama Jahm bin Shafwan yang telah dibunuh oleh Salm bin Ahwaz pada tahun 127 H. Aliran ini sangat terkenal dengan dasar pemikiran mereka yang cenderung mengunggulkan akal pikiran di atas al-Qur’an dan as-sunnah yang shahih sehingga mereka telah mencipta pelbagi pemahaman yang sesat lagi menyesatkan dalam agama.

Jahmiyah merupakan firqoh sesat yang menisbatkan diri mereka kepada Islam. Mereka adalah para pengikut pemikiran Jahm bin Shafwan. Ia adalah orang yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah makhluk, Alloh tidak pernah berbicara kepada Musa, Alloh tidak berbicara, Alloh tidak bisa dilihat, dan Alloh tidak berada di Arsy. Ia mengambil akidah keliru ini dari Jahd bin Dirham.

Jahm bin Shafwan berasal dari daerah Khurasan, dia adalah teman setianya Al-Harits bin Suraij, hingga mereka berdua dibunuh pada tahun 128 H, atau 130 H, atau 132 H.

Para ulama menyebutkan bahwa Ja’d bin Dirham merupakan pencetus dan penebar embrio pertama pemikiran Jahmiyah yang kemudian digulirkan oleh Jahm bin Shafwan sehingga pemikiran tersebut dinisbatkan kepadanya. Menurut salah satu riwayat bahwa Ja’d mengambil pemikiran dari Aban bin Sam’an, dan Aban mengambil dari Thalut anak saudara perempuan Lubaid bin Al-A’sham, seorang Yahudi yang pernah menyihir Nabi.

Ja’d bin Dirham dinilai sebagai pangkal keburukan, sebab telah menyatukan tiga bid’ah yang sangat parah dalam aqidah.

  1. Ta’thil. Maksudnya ia meniadakan seluruh sifat Alloh. Menurutnya, penetapan sifat hanya akan menimbulkan penyerupaan Alloh dengan makhluk-makhluk. Dengan ini, ia telah mengingkari al-Qur’an yang berisi keterangan tentang sifat-sifat-Nya.
  2. Al-Jabr. Ia beranggapan bahwa manusia tidak mempunyai daya dan upaya sama sekali. Tidak pantas disebut memiliki kemampuan. Manusia hanyalah makhluk yang majbur (terpaksa) dalam setiap gerakannya. Ini pun bertentangan dengan dalil naqli, akal sehat dan realita.
  3. Al-Irja’. Bid’ah pemikiran ini bahwa iman cukup hanya dengan ma’rifah (mengetahui saja). Barangsiapa yang mengingkari dengan lisannya, ia tidak kafir. sebab ilmu dan pengetahuan masih ada pada dirinya, tidak hilang meski ia mengingkari. Dan iman tidak pernah berkurang, begitu pula kaum mukminin semua sama derajatnya.

  1. Pecahan Jahmiyah

Golongan Jahmiyah ada 3 tingkatan:

  1. Tingkatan pertama: Jahmiyah ekstrim, mereka meniadakan semua nama dan sifat Alloh secara bersamaan, kalaupun ada sedikit nama Alloh yang mereka terima itupun diselewengkan dan mereka mengatakan hanya kiasan saja.
  2. Tingkatan kedua: para pengikut mu’tazilah yang mana mereka secara umum menetapkan nama Alloh akan tetapi mereka meniadakan sifat-sifatnya.
  3. Tingkatan ketiga: Jahmiyah yang secara umum menetapkan nama dan sifat Alloh akan tetapi ada bagian tertentu yang mereka tidak menetapkannya dan mereka menakwilnya. Dan ada yang di antara mereka yang hanya menerima sifat Alloh yang tercantum dalam al-Qur’an dan menolak yang berasal dari hadits.

Baca Artikel Lainnya!

  1. Aqidah Jahmiyyah
  • Tauhid.

Dalam masalah tauhid mereka mengingkari semua nama dan sifat Alloh, dan menurut mereka nama dan sifat Alloh adalah majas (kiasan/bukan makna sebenarnya) saja.

  • Takdir.

Dalam masalah takdir mereka berpegang dengan aqidahnya Jabariyah dan Murji’ah, yaitu perbuatan hamba adalah hakikatnya perbuatan Alloh, layaknya seperti perkataan: matahari terbit atau pohon bergoyang, maka penyandaran perbuatan kepada manusia hanyalah majas, sebagaimana tinggi badan dan warna kulit manusia adalah dari Alloh.

  • Alam akhirat.

Dalam masalah akhirat dan hari akhir mereka menolak adanya shiroth, mizan, melihat Alloh, adzab kubur, neraka dan surga adalah tidak kekal.

  • Firman Alloh.

Menolak sifat kalam Alloh sehingga mereka mengatakan bahwa al-Qur’an adalah makhluk.

  • Iman.

Iman hanya sekedar mengenal Alloh, sehingga kekufuran itu adalah jahil tentang Alloh.

  • Keberadaan Alloh.

Mereka menerima akidah bahwa Alloh di mana-mana dan Dzat-Nya menyertai setiap hamba, dan inilah akidah orang-orang hululiyyah.

Bantahan Atas Aqidah Jahmiyah Dalam Nama-Nama dan Sifat-Sifat Alloh

Ahlusunnah wal Jama’ah menetapkan seluruh nama dan sifat Alloh yang termuat dalam al-Qur’an dan Hadits shohih. Mereka tidak mengingkarinya (ta’thil) dengan dalih akan menimbulkan penyerupaan dengan makhluk. Juga tidak mentakwilkannya atau mencoba mengubah pengertiannya dari makna lughowi (bahasa), dengan alasan supaya tidak terjerumus pada penyerupaan Alloh terhadap makhluk. Ahlussunnah tidak melakukan itu karena semua nama dan sifat Alloh itu dari sisi bahasa dapat dimengerti oleh setiap orang. ditambah lagi, Alloh menurunkan al-Qur’an untuk dijadikan sebagai bahan tadabbur (renungan). Bila ternyata ada hal-hal yang masih kabur maknanya, berarti Alloh memerintahkan memahami kitab yang tidak mungkin terpahami atau memerintahkan meyakini sesuatu yang tidak jelas bagi kaum muslimin dan ini mustahil.

Selain itu, Ahlussunnah tidak melakukan takyif (visualisasi) terhadap sifat-sifat Alloh. karena pengetahuan tentang itu tertutup atas umat manusia. Alloh tidak dapat dilihat di dunia ini.

Penetapan sifat-sifat Alloh tidak berkonsekuensi penyerupaan antara Alloh, Al-Khaliq dengan makhluk-Nya. Sebab Alloh memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang khusus bagi dzat-Nya sesuai dengan keagungan, kemuliaan, dan kesumpurnaan-Nya. Begitu pula sifat-sifat makhluk, sesuai dengan sifat bawaan yang ada pada mereka yang tidak lepas dari kelemahan dan kekurangan. Jadi, sangat berbeda antara Pencipta dan ciptaan-Nya. Akal sehatpun membenarkan realita ini. Karena memang Alloh tidak sama dengan siapa saja.

Aloh berfirman, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (QS. asy-Syura’: 11)

Sedekah Beras untuk Santri, Yatim dan Dhuafa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search
Kategori

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..