Hasmipeduli.org

Amalan Ibadah Selama Bulan Ramadhan

HASMI Peduli – Assalamualaikum pak ustadz, mohon bimbingannya, amalan atau apa saja yang harus saya lakukan selama bulan ramadhan agar saya meraih pahala yang banyak dan sempurna. Terima kasih

Jawaban:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Ada beberapa amalan yang disyari’atkan di bulan ramadhan, di antara amalan itu ada yang wajib dan ada yang sunat. Yaitu sebagai berikut;

  1. Berpuasa

Dalam hadits Qudsiy Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Semua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)

Hadits ini menunjukkan keutamaan puasa di banding amalan yang lain dan besarnya pahala yang akan Allah berikan kepada orang yang berpuasa, karena Dia yang akan membalasnya.

2. Shalat Tarawih

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan atau shalat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Lebih utama lagi jika dilakukan berjama’ah bersama imam hingga selesai, karena akan dicatat untuknya pahala melakukan shalat semalaman suntuk.

3. Bersedekah

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan, bahkan melebihi angin yang berhembus. Hal ini menunjukkan bahwa sepatutnya kita lebih sungguh-sungguh lagi beribadah dan beramal saleh khususnya di waktu-waktu yang penuh keberkahan seperti di bulan Ramadhan. Termasuk bersedekah di bulan Ramadhan adalah memberikan makanan untuk berbuka orang yang berpuasa. Rasulullah bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

SEDEKAH SEKARANG untuk Makanan Sahur dan Berbuka Santri Pengafal Qur’an : Klik DISINI

“Barang siapa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad)

4. Memperbanyak membaca Al Qur’an
Rasulullah bersabda:

اَلصِّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يُشَفَّعَان لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُوْلُ الصِّيَامُ : أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهْوَةِ ، فَشَفِّعْنِي فِيْهِ ، وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّليْلِ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ ، قَالَ : فَيُشَفَّعَانِ

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat, puasa akan berkata, “Ya Rabbi, aku mencegah dirinya untuk makan dan mencegah syahwatnya, maka berikanlah aku izin memberikan syafa’at untuknya”, sedangkan Al Qur’an berkata, “Aku telah mencegahnya tidur di malam hari, maka berikanlah aku izin memberikan syafa’at untuknya”, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR.Ahmad)

5. Duduk berdiam di masjid setelah shalat Shubuh sampai terbit matahari
Rasulullah bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ، تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً “

“Barang siapa shalat Subuh berjama’ah, lalu duduk berdzikr mengingat Allah sampai matahari terbit. Setelah itu ia shalat dua rak’at (shalat Isyraq), maka ia akan mendapatkan pahala seperti satu kali hajji dan umrah secara sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Shalat Isyraq dikerjakan pada waktu dhuha di bagian awalnya ketika matahari terbit setinggi satu tombak, jarak antara terbit matahari atau syuruq dengan setinggi satu tombak kira-kira ¼ jam (15 menit).

6. Beri’tikaf
I’tikaf artinya menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah . Rasulullah biasa beri’tikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan, namun pada tahun wafatnya Beliau, Beliau beri’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

I’tikaf lebih utama dilakukan di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sebagaimana yang dilakukan RasulullaH . Waktunya dimulai dari setelah shalat Subuh hari pertama dan berakhir sampai matahari tenggelam akhir bulan Ramadhan.

7. Mencari malam Lailatul Qadr
Hendaknya seorang yang beri’tikaf mencari malam lailatul qadr dalam I’tikafnya di malam-malam yang ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan, meskipun mencari Lailatul qadr tidak harus beri’tikaf. Nabi sendiri mencari Lailatul Qadr dan memerintahkan para sahabat untuk mencarinya. Lailatul qadr tidak terjadi pada malam tertentu dalam setiap tahunnya, namun berubah-rubah, mungkin pada tahun ini malam ke 27, pada tahun depan malam ke 29 dan sebagainya, dan sangat diharapkan terjadi pada malam ke 27.

Mungkin hikmah mengapa malam Lailatul qadr disembunyikan oleh Allah adalah agar diketahui siapa yang sungguh-sungguh beribadah dan siapa yang bermalas-malasan.

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang melakukan shalat tarawih bertepatan dengan malam Lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Berumrah
Rasulullah bersabda:

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Berumrah di bulan Ramadhan sama seperti hajji.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikr dan berdoa
Siang dan malam bulan Ramadhan adalah saat-saat utama beramal shalih, maka manfaatkanlah dengan banyak membaca Al Qur’an, berdzikr dan berdoa.

9. Menjauhi maksiat.
Seorang muslim harus menjauhi maksiat, apalagi di bulan Ramadhan seperti ghibah atau gosip, namimah atau mengadu domba, berdusta, memakai cincin emas bagi laki-laki, melihat hal-hal yang haram dilihat, mendengarkan musik, menyakiti kaum muslimin baik dengan lisan maupun dengan perbuatan, menggambar makhluk bernyawa, bersumpah dengan nama selain Allah, bertasyabbuh atau menyerupai orang-orang kafir, merokok, isbal atau menjulurkan pakaian melewati mata kaki, riya’, mencukur jenggot, memakan riba, bekerja di bank-bank ribawi, mengasuransikan jiwa dan harta atau asuransi konvensional, memberikan persaksian dusta, Rasulullah bersabda,

مَنْ لمَ ْيَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْس ِللهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak mau meninggalkan kata-kata dusta dan beramal dengannya, maka Allah tidak lagi butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Ia pun harus menjauhi mencaci-maki orang lain dan menjauhi maksiat lainnya baik yang berupa ucapan maupun perbuatan, melakukan penipuan, durhaka kepada kedua orang tua, memutuskan tali silaturrahim, hasad atau dengki, menyia-nyiakan shalat dan lainnya.

Dan bagi wanita haram melepas jilbab, bertabarruj atau bersolek kepada yang bukan suaminya dan memakai wewangian ketika keluar dari rumah.

Dan masih banyak amalan lainnya yang bisa dilakukan oleh seorang muslim di bulan ramadhan. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua. Amin.

Wallahu a`lam

Gerakan Wakaf Al Qur’an Dibulan Ramadhan : KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..