Hasmipeduli.org

Sumber Kesesatan: Kaidah-Kaidah Filsafat

Gambar. Kaidah-kaidah Filsafat - www.hasmipeduli.org

Kaidah-Kaidah Filsafat – Tidak jauh berbeda dengan akal yang diagungkan, filsafat pun menjadi salah satu sumber kesesatan.

Ketika Islam datang, Alloh ta’ala mencukupkan kaum muslimin dengan Islam, sehingga tidak membutuhkan semua ilmu yang berbicara tentang kebenaran dan hakikat. Namun kenyataannya, kita dapati para ahli Kalam berpaling dari ilmu yang diturunkan Alloh ﷻ, mereka lebih menyukai bermain dengan logika dibandingkan mengimani dalil-dalil yang telah jelas dari al-Qur’an dan as-Sunnah, mereka memahami Islam tidak dari sumbernya, namun melalui ilmu logika dan filsafat.

Padahal Rosululloh ﷺ dan para sahabat rodhiyallohu’anhum yang jelas-jelas memperjuangkan Islam dan paling tahu tentang Islam tidak pernah menggunakan filsafat sebagai sarana untuk memahami Islam. Bahkan, Rosululloh ﷺ dengan tegas melarang kaum muslimin menelaah dan mengikuti ajaran di luar Islam.

Suatu ketika Rosululloh ﷺ melihat Umar rodhiyallohu’anhu memegang lembaran-lembaran dari kitab Taurot, maka beliau bersabda:

Wakaf Qur’an untuk Santri Penghafal Qur’an: 1 Huruf = 10 Kebaikan

“Apakah kamu masih kebingungan juga wahai Umar? Demi Alloh yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh aku telah membawa agama yang terang dan jelas. Janganlah engkau bertanya kepada mereka tentang sesuatu, karena boleh jadi mereka mengabarkan kepadamu dengan sesuatu yang benar lalu engkau mendustakannya. Atau boleh jadi mereka mengabarkan sesuatu yang batil lalu engkau membenarkannya. Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya Musa alaihisalam masih hidup di zaman ini, maka ia wajib mengikuti syariatku.” (HR. Ahmad)

Demikian pula para sahabat rodhiyallohu’anhum, mereka begitu tegas memperingatkan umat dari menelaah ajaran-ajaran dan pemikiran di luar Islam. Ketika kerajaan Persia berhasil ditaklukkan, kaum muslimin mendapatkan buku yang sangat banyak sekali, sehingga panglima perang kaum muslimin yaitu Sa’ad bin Abi Waqqos rodhiyallohu’anhu menulis surat kepada Kholifah Umar bin Khottob rodhiyallohu’anhu meminta izin untuk memindahkan buku-buku tersebut kepada kaum Muslimin, kemudian Umar menulis surat balasan yang isinya agar buku-buku tersebut dibuang ke sungai. Umar rodhiyallohu’anhu berkata, “Seandainya di dalamnya ada petunjuk, maka kita telah diberi petunjuk oleh Alloh ﷻ yang lebih baik darinya, dan jika di dalamnya ada kesesatan, maka Alloh secara tidak langsung telah menjauhkannya dari kita.”

Baca Artikel Lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lengkapi amal baik anda hari ini dengan sedekah jariyah bersama HASMI

Hubungi Kami
Hubungi Kami
Terimakasih Telah Menghubungi Kami..!!
Ada yang bisa kami bantu?..