HASMI PEDULI
CARA BERSEDEKAH YANG BAIK ALA ROSULULLAH

CARA BERSEDEKAH YANG BAIK ALA ROSULULLAH

Cara Bersedekah yang baik Ala Rosulullah – Sedekah ada caranya? Bukannya sedekah cuma ngasih aja? Ngalir aja gitu.

Jangan salah sahabat,  sedekah adalah amalan mulia, ada tips-tips ataupun cara sedekah yang harus kita pelajari agar sedekah kita menuai gundukan pahala dan tidak menjadi sia-sia, atau menuai cela dari Allah ta’ala.

Baca juga artikel : Ensiklopedia dalil sedekah

Cara sedekah terbaik datang dari Nabi kita, Muhammad saw. Maka dari itu kita akan pelajari bagaimana ahlak beliau dalam bersedekah.

Sedekah tidak boleh ngasal

Bersedekah adalah amalan yang sangat mulia dalam islam, bahkan sedekah adalah salah satu pilar utama menyebarnya ajaran islam dimuka bumi, karena tanpa sedekah tidak akan ada masjid sebagai tempat menuntut ilmu pada zaman Rosul, tidak akan ada perlengkapan untuk menyebarkan agama islam, ataupun untuk berjihad dan mempertahankan diri dari orang-orang kafir.

Maka dari itu, sedekah adalah Amalan yang pahalanya sangat besar sekali, cakupannya tak terhingga dan akan sangat disayangkan jika kita tidak melakukannya dengan benar.

Adapun Tips2 ataupun cara bersedekah yang Rosulullah dan Allah anjurkan antara lain sebagai berikut.

1. Mendahulukan bersedekah kepada Kerabat yang membutuhkan.

“Mereka bertanya kepada engkau tentang apa yang mereka infakkan, Jawablah! Apa saja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa sahaja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui”. (Al – Baqarah : 215)

Baca Juga artikel : Kunci-kunci rezeki

2. Bersedekah kepada kerabat yang memusuhi

Sedekah yang paling afdhal adalah yang diberikan kepada keluarga dekat yang memusuhi. (HR. Ath-Thabrani)

3. Tidak bersedekah dengan barang yang buruk atau tidak layak.

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Baca juga inspirasi sedekah : Sedeka adalah hak harta

4. Tidak mengungkit-ungkit sedekah dan menyakiti sang penerima sedekah.

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah: 262)

5. Sedekah terang-terangan dan sembunyi-sembunyi.

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah : 271)

Menyembunyikan sedekah dari pandangan orang lain memang sangat baik karena bisa lebih menjaga kita dalm hal keikhlasan, namun bukan berarti sedekah secara terang-terangan adalah hal yang buruk, sedekah dengan dilihat orang lainpun sangat baik, serta memiliki kelebihan lain yakni memeberikan contoh dan motivasi kepada orang lain untuk melakukan hal baik.

6. Anjuran untuk tidak berlebihan dalam sedekah, dan tidak pula kikir.

“Dan orang-orang yang apabila menginfakkan (hartanya) mereka tidak berlebih- lebihan dan tidak pula terlalu kikir, dan infak itu di pertengahan di antara yang demikian”.  (AL-Furqan : 76)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sifat ‘ibadurrahman adalah mereka tidak mubadzir (boros) kala membelanjakan harta mereka, yaitu membelanjakannya di luar hajat (kebutuhan). Mereka tidak bersifat lalai sampai mengurangi dari kewajiban sehingga tidak mencukupi. Intinya mereka membelanjakan harta mereka dengan sifat adil dan penuh kebaikan. Sikap yang paling baik adalah sifat pertengahan, tidak terlalu boros dan tidak bersifat kikir. Hal ini senada dengan firman Allah Ta’ala,

 “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. ” (QS. Al Isra’: 29)

8. Tetap bersedekah dalam setiap kondisi.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)

Baca juga : Sembuh dari gagal ginjal kronis dengan sedekah

Leave a Reply

WhatsApp Chat Kami di Whatsapp