HASMI PEDULI
GUMPALAN-GUMPALAN PENYESALAN

GUMPALAN-GUMPALAN PENYESALAN

Penyesalan akan datang di akhir, setelah kita sadar bahwa momen itu telah berlalu. Hidup tanpa penyesalan adalah keharusan bagi seorang muslim, menjalani hidup bahagia tanpa penyesalan hanya dapat dilakukan dengan ilmu.

Rosululloh  pernah bersabda:  “Ada dua nikmat, dimana banyak orang yang terlena karena keduanya. Yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhori)

Ibnul Jauzi  berkata: “Adakalanya orang itu sehat, tetapi tidak punya waktu luang. Adakalanya seseorang itu punya waktu luang dan berbadan sehat, tapi ia malas melakukan ketaatan kepada Alloh , maka ia termasuk orang yang merugi.

Kaum Muslimin…. Dunia adalah ladang amal untuk akhirat dan di dalamnya terdapat bisnis yang keuntungannya hanya bisa terlihat di akhirat kelak. Barangsiapa menggunakan kesehatan dan waktu luangnya dalam rangka taat kepada Alloh , maka ia termasuk orang yang beruntung.” Oleh karena itu,…jangan sampai kita menyesal setelah segala sesuatunya tidak berarti, penyesalan yang tiada guna dan  tiada arti. Apabila tidak dari sekarang kita beramal membekali diri, niscaya akan sangat banyak bentuk penyesalan yang akan kita alami. Di antara penyesalan itu adalah:

1. Penyesalan pada saat Kiamat Kecil

Kiamat kecil yang dialami manusia adalah kematian. Seseorang mulai menyesal ketika detik-detik akhir usianya dan meyakini nyawa-nya tidak lama lagi keluar dari tubuhnya. Seperti apa yang Alloh  firmankan:

“Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisa–han (dengan dunia),dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Robb-mulah pada hari itu kamu dihalau.” (QS. al-Qiyamah [75]: 28-30)

Saat itu, ia ingat ribuan jam yang tidak ia gunakan untuk taat kepada Alloh  dan ia berharap dikembalikan ke dunia untuk beramal sholih. Itulah penyesalan pertama seseorang. Ia berharap diberi kesempatan kembali ke dunia untuk beramal sholih. Ia lupa dirinya sedang berbicara dengan zat yang mengetahui mata yang

berkhianat dan apa yang dirahasiakan hati. Alloh  telah mengetahui kebohongannya. Andai ia dikembalikan ke dunia, ia pasti

bermaksiat lagi dan malas mengerjakan kebaikan. Karena itu, permintaannya dijawab dengan jawaban yang tegas.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang ke-matian kepada seorang dari mereka, dia berkata:”Ya Robbku kembalikan-lah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang soleh ter-hadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hada–pan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan.” (QS. al-Mu’minun [23]: 99-100).

2. Penyesalan Karena Salah Memilih Sahabat

Penyesalan seperti ini terjadi ketika se-seorang di akhirat melihat sahabat karibnya menelantarkan dirinya dan tidak berdaya membelanya di sisi Alloh . Saat-saat ngobrol, canda dan tawa, begadang, pesta pora di meja judi dan minum-minuman keras waktu di dunia. Mereka semua tidak dapat menyelamatkan diri dari kondisi yang ia hadapi nanti di akhirat. Walaupun ketika di dunia mereka saling tolong me-nolong, dalam perbuatan dosa. Ia lihat penghuni neraka yang paling ringan siksa-nya ialah orang yang dua bara diletakkan di atas telapak kakinya, lalu otaknya men-didih. Penghuni neraka itu mengira tidak ada orang yang lebih berat siksanya dari dirinya. Padahal, ia penghuni yang paling ringan siksanya. Saat itulah…

“Dan ingatlah hari ketika orang yang zalim itu menggigit kedua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya aku mengambil jalan yang lurus bersama Rosul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku. Se–sungguhnya dia telah menyesat–kanku dari al-Qur’an ketika telah datang kepadaku. Dan setan itu tidak akan menolong manusia.” (QS. Al-Furqon [25] : 27-29) 

Maka pilihlah sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan kita kepada Allah, ukhuwah yang akan senantiasa mendekatkan diri kita dengan Allah.

3. Penyesalan Saat Amal Diperli-hatkan

Ketika buku catatan amal perbuatan dibagikan dan manusia melihat seluruh perbuatannya, tiba-tiba pelaku maksiat terkejut bukan kepalang, saat melihat isi buku itu. Ternyata, buku itu menulis semua kata yang ia ucapkan puluhan tahun yang silam dan merekam seluruh perbuatan maksiat yang ia kerjakan di  balik pintu kokoh dan kegelapan malam. Saat itu, ia berteriak dengan penuh penyesalan.

 “Kitab apakah ini yang tidak me–ninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” (QS. Al-Kahfi [18]: 49)

Ia lupa kalau ia disertai malaikat yang selalu mencatat kemaksiatan dan kebaikan walaupun sebesar atom. Ia berharap mati saja daripada melihat siksa yang sudah menanti. Ia pun ingat bahwa ternyata harta, jabatan dan kekuasaan yang ia kira ber-manfaat baginya, semua itu sama sekali tidak berguna baginya saat itu. Wktu itu yang bisa menyelamatkannya hanyalah amal sholeh dan rahmat Alloh :

“Adapun orang-orang yang diberi-kan kepadanya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:”Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan ke-padaku kitabku (ini), Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, wahai kiranya kematian itu-lah yang menyelesaikan segala se-suatu, Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku.” (QS. Al-Haaqqoh [69]: 25-29)

Di dunia dulu ia ingin hidup selama mungkin, sekarang di akhirat kita lihat dia ingin mati saja. Bentuk-bentuk penyesalan pada saat itu beragam. Setiap kali pelaku maksiat melihat satu bentuk siksaan, maka ia akan ingat waktu yang dulu ia sia-siakan yang ia tidak gunakan untuk ta’at kepada Alloh  serta beribadah kepada-Nya.

4. Penyesalan saat Neraka di datangkan

Rosululloh  bersabda; “Ketika itu neraka akan didatangkan neraka dengan tujuh puluh ribu tali kekang. Dan pada setiap tali kekangnya terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang menariknya. (HR. Muslim)

Ketika pelaku maksiat melihat neraka sebesar itu dengan ditarik oleh 4,9 milyar malaikat serta di dalamnya menjulur lidah besar dan leher yang memiliki mata sebagai-mana yang disebutkan dalam hadits;

“Pada hari kiamat sebuah leher akan keluar dari neraka. Leher itu mempunyai dua mata yang bisa melihat, dua telinga yang bisa men–dengar, dan dua lidah yang bisa ber–bicara. Lidah leher itu berkata; “Aku mewakili tiga jenis manusia ; orang yang menjadikan tuhan selain Alloh, orang sombong sekaligus pem–bangkang, dan orang yang suka menggambar makhluk hidup.” (HR. at- Tirmidzi)

Ia akan mendengar dengusan nafas dan kemarahan neraka Jahannam saat berteriak dengan teriakkan menakutkan; “Apakah masih ada tambahan untukku? Apakah masih ada tambahan untuk penghuniku?”. Ketika itu pelaku maksiat ingat saat-saat berlaku maksiat, malas, dan menunda-nunda amal sholeh, menipu Alloh  dengan tobat palsu, dan waktu –waktu yang hilang dengan sia-sia. Tapi..sekali lagi nostalgia kenangan itu tidak ada gunanya. Saat itulah ia akan berkata; “Alangkah baiknya kiranya aku dulu mengerjakan amal sholeh untuk hidup-ku ini”. Kita lihat terdapat kesedihan yang mendalam di balik harapan itu, dan inilah kondisi yang paling menyakitkan yang di-rasakan seseorang di akhirat kelak.

5. Penyesalan Saat Berdiri di Neraka

Alloh  berfirman:

“Dan jika kamu (Muhammad) me-lihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata:”Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Robb kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”. (tentulah kami melihat suatu peristiwa yang mengharukan).”  (QS. Al-An’am [6]: 27)

Sungguh aneh, ketika di akhirat orang-orang itu berkata, “Wahai seandainya kami menjadi orang-orang beriman.” Padahal, mereka dahulu memerangi para pendakwah ahlussunnah, pendakwah kalimat tauhid dan melecehkan siapa saja yang mengajak kepadanya. Kenapa kini, di akhirat, mereka berharap ingin menjadi orang-orang ber-iman? Kenapa itu baru terlontar sekarang dan tidak di dunia dahulu? Itulah kemunafi-kan yang menempel pada mereka, kendati mereka berdiri di depan neraka menyaksikan kedahsyatannya. Selanjutnya bentuk penyesalan yang akan kita alami, apabila kita tidak menggunakan waktu dengan ketaatan kepada Alloh  adalah:

6. penyesalan Setelah Dilempar ke Neraka

Alloh  berfirman:

“Pada hari ketika muka mereka di-bolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: ‘Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Alloh dan taat (pula) kepada Rosul dan mereka ber-kata: “Ya Robb Kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Robb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzab [33]: 66-68)

Ibnu Katsir  berkata; “Maksudnya mereka di seret di neraka dengan kepala terbalik dan wajah mereka di bolak-balikkan di Jahannam. Dan mereka berharap di kembalikan ke dunia, agar mereka akan bersama orang-orang yang taat.

Demikianlah di antara bentuk-bentuk penyesalan yang akan kita alami jika kita tidak menggunakan nikmat dari Alloh , berupa kesehatan dan waktu luang dengan sebaik-baiknya. Dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diberikan rahmat oleh Alloh ,untuk memasuki Jannah atau surga-Nya yang di dalamnya terdapat hal-hal yang menyenangkan kita.

Sumber: Buletin As-Silmi Bogor

Artikel:

www.inilahfikih.com

Leave a Reply

Close Menu
WhatsApp Chat Kami di Whatsapp